Diduga Mainkan SPJ Siluman, Kades Lalue Tengah Dilaporkan BPD

SEPUTARSULUTNEWS, TALAUD – Angaran Dana Desa (Dandes) yang merupakan angaran yang diberikan pemerintah pusat untuk kebutuhan Desa, disalah gunakan oknum kepala Desa Lalue Tengah, Kecamatan Essang, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Dana Desa Tahun anggaran 2017-2018 yang seharusnya diperuntukkan demi kesejahteraan masyarakat Desa, diduga salah digunakan Kepala Desa (Kades) Raflesh Wauda untuk memperkaya diri sendiri.

Menurut data yang dirangkum media ini menyebutkan, angaran untuk Tahun 2017, diduga ada pemalsuan dari Kades untuk kegiatan belanja makan dan minum rapat kerja perangkat Desa serta bahan yang dipakai untuk pembangunan pagar seperti kawat diganti dengan tali pelastik dan senar.

“Kades (Raflesh) membuat SPJ (surat pertanggungjawaban) Tahun 2017 menyangkut angaran makan-minum rapat kerja perangkat Desa. Tapi, selama kita rapat kerja dengan Kades, tidak pernah ada jamuan makan-minum,” tutur John Wauda, Ketua BPD Lalue Tengah didampingi beberapa perangkat Desa, saat dikonfirmasi.

Sekira Rp 7,2 juta yang diduga penyebab penyalah gunaan angaran belanja jasa upah Dua tenaga pengajar PAUD, serta SPJ bodong lainya yang direkayasa kades.

Diungkapkanya bersama perangkat Desa lainya, “Di Desa Lalue Tengah tidak ada tenaga pengajar PAUD yang pernah dibahas dalam rapat Desa,” tegasnya.

Pada Tahun anggaran 2018, tanpa SPJ Kades mencairkan anggaran Dandes tahap I sekira Rp 139 juta, “Sampai saat ini, tidak ada bukti fisik realisasi kegiatan dari angaran itu,” ungkap Jhon.

Disisi lain Kepala Desa yang bersangkutan sudah dilaporkan ke aparat penegak hukum serta ke Inspektorat. Saat diwawancarai wartawan Kades menuturkan, ” Karena ada penyalahgunaan Dana Desa (Dandes) 2017-2018 saya dilaporkan di inspektorat, Itu benar ada laporan. Dan sesuai surat pernyataan saya ke Asisten I dan Inspektur, saya diberikan waktu untuk menyelesaikan (penyalahgunaan anggaran tersebut) itu. Ini sesuai pernyataan di atas materi 6000,” singkat Kades.(oke)