Demo Tuntut E2L-MAP harus Dilantik, Massa Anarkis Rusak Kantor Pemda Talaud

SEPUTARSULUTNEWS,TALAUD -Aksi unjuk rasa (unras) kembali berlangsung di pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Talaud pada pukul 12.00 di depan gedung kantor bupati Talaud Kamis, (09/01/2020) oleh 250 massa Unras yang menuntut pelantikan pasangan bupati dan wakil bupati pemenang Pilkada tahun 2018 silam.

Korlap Unras juga sebagai orator Swelem Adam mengungkapkan, pihaknya telah melakukan unjuk rasa terkait desakan pelantikan pasangan bupati dan wakil bupati terpilih sudah sebanyak empat kali namun tak di gubris bahkan pihaknya tak segan-segan menyampaikan kepada Kapolres Talaud bahwa akan menduduki pemerintahan Kabupaten Talaud.
“Saat ini kami tidak percaya lagi dengan gubernur sulut Olly Dondokambey, Kami sampaikan kepada bapak kapolres akan segera menunduki tempat ini dengan cara kami sendiri,” cetus Swelem di depan kantor Bupati Kepulauan Talaud.
Di samping itu pula, Yohanis Manuputi sebagai salah satu orator, senada dengan Swelem Adam menegaskan bahwa pihaknya sudah bosan selalu di dustai oleh pemerintah saat ini, dan pihaknya pun menuntut agar bupati terpilih segera di lantik. Ia pun menyentil terkait kewarga negaraan yang memiliki hak dan harus di berikan hak-hak tersebut.
“Kami ini adalah warga indonesia berikan hak kami untuk menuntut bupati segera di lantik. Kami sudah 4 kali dengan hari melakukan aksi yang sama, tapi tidak ada kepastian hukum yang diberikan pada kami. Kami memperjuangkan hak kami. Kami meminta aparat kepolisian untuk tidak menghalagi kegiatan kami ini, kami sampaikan kapada massa unras, bahwa tidak ada yang meninggalkan tempat ini sampai dengan bupati terpilih E2L’- Mantap di lantik oleh pemerintah,” teriak Manuputi.
Dengan pernyataan tersebut, aksi unjuk rasa yang berjalan baik dengan pengawalan aparat kepolisian, seketika itu pula menjadi anarkis dan tercipta sebuah kerusuhan dimana para peserta Unras terbakar emosi dan melakukan pengrusakan terhadap sejumlah fasilitas pemerintah daerah seperti melempari dan memporak-porandakan gedung serta fasilitas gedung kantor di lingkup pemerintahan Kabupaten Talaud.
Pukul 13.00 wita massa unras di desak keluar personel polres kepulauan talaud dari halaman kantor bupati karena melakukan aksi anarkis dengan melempar kantor bupati kepulauan talaud dan para petugas polri.
Pada pukul 14.00. Wita, para massa secara spontan yang di pimpin oleh salah satu koordinator aksi Renalto Tumarah menuju ke kantor bappeda pemda talaud, dan sesampainya para massa merusak fasilitas kantor, seperti memecahkan kaca kantor. Merusak meja dan fasilitas kantor lainnya bahkan terpantau media ini, massa melakukan penyerangan kepada aparat kepolisian diantaranya Anggota IK Briptu Sarif Abdul Rahman yang dilokasi bapeda terkena lemparan batu, Kasat IK Ipda I Made Arta luka tergores dan bengkak di dahi serta dagu akibat lemparan batu, dan Kapolsek Melonguane Ipda Dedy Matahari yang diserang menggunakan helm.
Terpisah Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Alam Kusuma S Irawan, SH, SIK, MH saat di konfirmasi Harian ini mengungkapkan dirinya menyesalkan akan peeilaku yang anarkis di lakukan oleh massa pendemo sehingga menimbulkan kerugian yang penyebab kericuhan tersebut masih di selidiki pihak Kepolisian.
“Saat ini kepolisian masih mendalami peristiwa unjuk rasa yang berubah anarkis dan melakukan pengrusakan itu,” ucap Kapolres.
Dari data berhasil dihimpun harian ini koordinator aksi yang ikurt yakni, Swelem adam, Yohanis Manaputi dan Renalto Tumarah.(oke)