Petani Terancam Merugi Gara-Gara Hama PBC, ODSK Gerak Cepat

SEPUTARSULUTNEWS,MANADO— Di tengah petani cengkeh menghadapi panen raya, ternyata ada persoalan besar dihadapi. Pasalnya, para petani cengkeh terancam merugi, bukan karena harga, tetapi disebabkan serangan hama Penggerek Batang cengkeh (PBC). Hama ini berpengaruh besar terhadap produksi tanaman cengkeh.
Keluhan petani terhadap serangan hama langsung direspons cepat Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulut Refly Ngantung. Melalui program ODSK, turun lapangan, sebelum panen maupun pasca panen. Tujuannya melakukan pengendalian di lapangan dengan cara mengambil dan memusnahkan telur penggerek menempel pada kulit batang dan menutup lubang gerekan dengan pasak kayu.
Lanjut ini Ngantung ini tidak bisa dibiarkan, karena dampaknya terhadap petani. Jika tidak dicegah, akan terjadi penurunan produksi cengkeh dan bisa capai 10-25%.
“Ada tiga kelompok hama penggerek pada tanaman cengkeh, yaitu penggerek batang, penggerek cabang, dan penggerek ranting,” pungkas Ngantung sembari menambahkan melakukan Metabolic Sekunder bisa dilakukan petani sendiri memanfaatkan bahan dapur seperti air cucian beras, air kelapa, gula di rebus dimasukkan di galon sampai dingin baru dikasih APH dan dikocok, nanti seminggu kemudian bisa langsung di infus ke batang pohon terserang hama.(red)