Angka Kematian Ibu dan Anak Nihil

SEPUTARSULUTNEWS,BOLTIM — Bulan Januari hingga Mei tahun ini, angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terbilang nihil. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Eko Marsidi mengatakan, sebelumnya tercatat 13 bayi dan empat ibu meninggal di tahun 2018 sementara kematian ibu dan anak selang Januari hingga Mei tahun ini masih nihil. Kata dia, Angkat kematian ibu anak lantaran adanya beberapa program Lababa (Lahir Bayi Bawah Akte), Ramah Anak, Kelas Ibu dan Lintas Sektor aparat desa. “Sebagian besar penyebab kematian anak di Boltim dipicu cacat bawaan, diare dan kelalaian kogenita. Sedangkan, kematian ibu disebabkan hipertensi, jantung dan pendarahan saat melahirkan,” kata Eko.
Menurutnya, Atas hasil identifikasi, maka Dinas Kesehatan berupaya, untuk menekan jumlah kematian ibu dan anak dengan beberapa program. “Guna menekan jumlah kematian Ibu dan anak ada beberapa program yang akan kila lakukan. Antara lain perekrutan 27 bidan baru yang ditempatkan tiap Desa,”ujarnya.
Memberikan sosialisasi kepada masyarakat khusus ibu hamil lanjutnya sangatlah penting. Apa lagi kata dia, dengan selalu memeriksa calon bayi ke Puskesmas. “Kita akan terus memberikan sosialisasi. Dan pemeriksaan rutin saat Posyandu sangat penting,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kartini Djaman mengatakan, kesadaraan masyarakat sudah tinggi dibandingkan lalu. Kata dia, Masyarakat lebih percaya dokter dibandingkan dukun kampung. “Kami sudah berupaya agar sosialilasi dan program ini tetap berjalan. Masyarakat harus lebih pintar dalam hal menjaga kesehatan mulai dari komsumsi hingga konsultasi di tiap Puskesmas,” jelasnya. (red/*)